Segala sesuatu… Mother…
Segala sesuatu kenapa harus menyalahkanku? Sepertinya akulah yang paling disalahkan. Menjadi tempat pelampiasan segalanya.
Kata orang anak terakhir itu adalah anak yang paling disayang. Hú shuõ. Gak semua kayak gitu. Permasalahan kecil aja dibesar-besarkan dan kata-kata yang keluar itu-itu juga. Selalu menyalahkan keturunan & keluarga.satunya. Rasanya pengen banget terlepas dari itu semua. Seperti burung yang terbang bebas, tanpa peduli apapun… Pusing dengerin yang itu-itu juga. Kalo emank gak suka, ya udah, kirim aja ke panti asuhan biar dirawat sama orang lain. Huuuh…, terkadang karena masalah ini juga pikiranku sering gelap. Gelap karena yang dikatakan selalu kata menyesal bahwa telah melahirkan anak seperti kami. Dulunya sih sedih setelah mendengar kata-kata itu yang keluar, tetapi seiring berjalannya waktu, aku sudah bosan mendengar itu semua. Bukannya sedih lagi, tapi jadi benci…
Kenapa sih karena masalah sedikit yang kecil selalu jadi besaaarrr sekali… Kenapa hanya memandang dengan sebelah mata segala sesuatu yang kulakukan itu. Menganggapnya sudah biasa, tetapi segala kebaikan yang kulakukan, segala kerajinan yang kuperbuat, segalanya yang positif yang telah kuperlihatkan, cepat sekali berlalu hanya karna kesalahan sedikit saja yang kuperbuat yang ujung-ujungnya omelan yang kudapat, ocehan, kemarahan. Aku mencoba untuk bersabar untuk menjalani semua itu sekarang. Aku tau aku sudah lahir baru, aku juga mau mencoba seberapa ku sekarang bisa bersabar & berbuah bagi keluarga ini. Tetapi semua itu gak gampang, begitu susah, tetapi kita lihat saja siapa yang akan dimenagkan.